Friday, March 15, 2019

Klasifikasi Iklim

Iklim merupakan rata-rata keadaan cuaca dalam periode yang panjang. Iklim terbentuk oleh adanya unsur-unsur cuaca dan iklim, yang dikombinasikan dengan kontrol atau kendali iklim. Unsur cuaca dan iklim adalah temperatur (suhu) udara, tekanan udara, angin, kelembaban udara, awan, hujan, durasi sinar matahari dan faktor lain yang kurang penting. Adapun kendali iklim adalah faktor yang memengaruhi unsur iklim sehingga dapat membedakan iklim di suatu tempat dengan iklim di tempat lain.



Kendali iklim yang paling utama adalah matahari, sebagai sumber utama energi di Bumi  yang mengendalikan gerak udara dan arus laut. Kendali iklim yang lain misalnya distribusi darat dan air, sel semi permanen tekanan tinggi dan rendah, massa udara, pegunungan, arus laut, dan badai. Hubungan antara unsur cuaca dan kendali iklim dapat dilihat pada gambar berikut 
 

 Hubungan antara unsur iklim dan kendali iklim

Hubungan antara kendali iklim dan unsur iklim menghasilkan jenis-jenis iklim. Dalam tuisan ini akan membahas klasifikasi iklim matahari, Koeppen, Junghuhn, Schmidt-Fergusson dan Oldeman.

Iklim Matahari

Iklim matahari diklasifikasikan berdasarkan posisi wilayah terhadap lintang. Ada dua versi pembagian iklim matahari ini. Versi pertama sebagai berikut

  • Tropis: 23½°LU - 23½°LS
  • Subtropis : 23½°LU/LS - 40°LU/LS
  • Sedang : 40°LU/LS - 66½°LU/LS
  • Kutub : 66½°LU/LS - 90°LU/LS




Pembagian iklim dunia berdasarkan letak lintangnya. 
Sumber: wikipedia.org

Sedangkan versi kedua sebagai berikut


  • Tropis :23½áµ’ LU – 23½áµ’ LS
  • Sedang : 23½áµ’ LU/LS – 66½áµ’ LU/LS
  • Dingin/Kutub : 66½áµ’ LU/LS - 90áµ’ LU/LS

Klasifikasi iklim Koeppen

Dasar klasifikasi Koppen adalah besarnya Suhu, Curah hujan, dan pertumbuhan jenis tanaman tertentu. Koppen membagi iklim menjadi 5 divisi besar yaitu : 
  • A (Iklim hujan tropis) 
  • B (Iklim Kering/Gurun) 
  • C (Iklim Hujan Sedang, Panas) 
  • D (Iklim Hujan Salju, Dingin) 
  • E (Iklim Kutub) 
Masing-masing divisi ini dibagi lagi menjadi sub-sub divisi yang lebih kecil 
Untuk mempermudah pemahaman mengenai Klasifikasi Iklim Koppen berikut ini kriterianya 




 Kriteria iklim Koeppen


Sub divisi Iklim Köppen meliputi:
  • Af : Iklim hujan tropis
  • Aw : Iklim savana tropis BS : Iklim Stepa
  • BW : Iklim Gurun
  • Cf : Iklim hujan sedang, panas, tanpa musim kering
  • Cw : Iklim hujan sedang, panas, dengan musim dingin yang kering
  • Cs : Iklim hujan sedang, panas, dengan musim panas yang kering
  • Df : Iklim hujan salju, tanpa musim kering
  • Dw : Iklim hujan salju, dengan musim dingin yang kering
  • ET : Iklim tundra
  • EF : Iklim salju

Subtipe Iklim A

  • Af : iklim A dengan CH bulanan > 60 mm
  • Aw : iklim A yang memiliki musim kering yang panjang
  • Am : peralihan antara Af dan Aw
untuk memudahkan identifikasi Subtipe Iklim A dapat dilakukan dengan menghubungkan Curah Hujan bulan terkering dengan Curah Hujan rata-rata tahunan, sebagaimana grafik berikut ini

 
Grafik subtipe iklim A

Adapun pembagian iklim Koeppen di dunia dapat dilihat dalam peta berikut ini


Sumber: Wikipedia


Klasifikasi iklim Junghuhn

Pembagian Iklim menuurut Junghuhn didasarkan pada tiga hal yaitu:
  • Ketinggian tempat 
  • Temperatur 
  • Jenis vegetasi yang tumbuh
Adapun pembagian iklim Junghuhn dapat dilihat pada skema berikut ini


 

 Klasifikasi Iklim Junghuhn

Klasifikasi iklim menurut Junghuhn ini dilaksanakan berdasarkan penelitian di Indonesia, sehingga hanya bisa diterapkan di Indonesia. 
 
Klasifikasi Iklim Schmidt-Fergusson


Klasifikasi Iklim Schmidt-Fergusson berdasar pada jumlah bulan basah dan bulan kering
Klasifikasi yang menjadi acuan (menggunakan klasifikasi menurut Mohr) yaitu:

  • Bulan Kering : CH < 60 mm / bulan
  • Bulan Lembab : CH 60 – 100 mm / bulan
  • Bulan Basah : CH > 100 mm / bulan
Selanjutnya setelah diklasifikasikan jumlah bulan basah dan kering maka dihitung nilai Q menggunakan rumus sebagai berikut:

 

Hasil dari perhitungan nilai Q ini dikategorikan berdasar kriteria sebagai berikut:

 



Klasifikasi iklim Oldeman (Agroklimat)

Dasar klasifikasi ilim ini adalah banyaknya jumlah bulan basah yang berturut-turut
Kriteria Curah hujan yang digunakan berbeda dengan kriteria Mohr, yaitu: 
  • Bulan Kering: < 100 mm 
  • Bulan Lembab: 100 – 200 mm 
  • Bulan Basah: 200 mm 
Cara menentukannya adalah dengan menghitung berapa bulan basah berturut-turut kemudian dikategorikan berdasar kriteria berikut ini:



Adapun pembagian secara detail dari iklim Oldeman adalah sebagai berikut:







Sumber Artikel:
Bayong Tjasyono. 2004. Klimatologi. Bandung: Penerbit ITB https://en.wikipedia.org/wiki/K%C3%B6ppen_climate_classification





No comments:

Post a Comment