Kendali iklim yang paling utama adalah matahari, sebagai sumber utama energi di Bumi yang mengendalikan gerak udara dan arus laut. Kendali iklim yang lain misalnya distribusi darat dan air, sel semi permanen tekanan tinggi dan rendah, massa udara, pegunungan, arus laut, dan badai. Hubungan antara unsur cuaca dan kendali iklim dapat dilihat pada gambar berikut
Hubungan antara unsur iklim dan kendali iklim
Hubungan antara kendali iklim dan unsur iklim menghasilkan jenis-jenis iklim. Dalam tuisan ini akan membahas klasifikasi iklim matahari, Koeppen, Junghuhn, Schmidt-Fergusson dan Oldeman.
Iklim Matahari
Iklim matahari diklasifikasikan berdasarkan posisi wilayah terhadap lintang. Ada dua versi pembagian iklim matahari ini. Versi pertama sebagai berikut
- Tropis: 23½°LU - 23½°LS
- Subtropis : 23½°LU/LS - 40°LU/LS
- Sedang : 40°LU/LS - 66½°LU/LS
- Kutub : 66½°LU/LS - 90°LU/LS
Pembagian iklim dunia berdasarkan letak lintangnya.
Sumber: wikipedia.org
Sedangkan versi kedua sebagai berikut
- Tropis :23½áµ’ LU – 23½áµ’ LS
- Sedang : 23½áµ’ LU/LS – 66½áµ’ LU/LS
- Dingin/Kutub : 66½áµ’ LU/LS - 90áµ’ LU/LS
Klasifikasi iklim Koeppen
Dasar klasifikasi Koppen adalah besarnya Suhu, Curah hujan, dan pertumbuhan jenis tanaman tertentu. Koppen membagi iklim menjadi 5 divisi besar yaitu :
- A (Iklim hujan tropis)
- B (Iklim Kering/Gurun)
- C (Iklim Hujan Sedang, Panas)
- D (Iklim Hujan Salju, Dingin)
- E (Iklim Kutub)
Untuk mempermudah pemahaman mengenai Klasifikasi Iklim Koppen berikut ini kriterianya
Kriteria iklim Koeppen
Sub divisi Iklim Köppen meliputi:
- Af : Iklim hujan tropis
- Aw : Iklim savana tropis BS : Iklim Stepa
- BW : Iklim Gurun
- Cf : Iklim hujan sedang, panas, tanpa musim kering
- Cw : Iklim hujan sedang, panas, dengan musim dingin yang kering
- Cs : Iklim hujan sedang, panas, dengan musim panas yang kering
- Df : Iklim hujan salju, tanpa musim kering
- Dw : Iklim hujan salju, dengan musim dingin yang kering
- ET : Iklim tundra
- EF : Iklim salju
Subtipe Iklim A
- Af : iklim A dengan CH bulanan > 60 mm
- Aw : iklim A yang memiliki musim kering yang panjang
- Am : peralihan antara Af dan Aw
Grafik subtipe iklim A
Adapun pembagian iklim Koeppen di dunia dapat dilihat dalam peta berikut ini
Sumber: Wikipedia
Klasifikasi iklim Junghuhn
Pembagian Iklim menuurut Junghuhn didasarkan pada tiga hal yaitu:
- Ketinggian tempat
- Temperatur
- Jenis vegetasi yang tumbuh
Klasifikasi Iklim Junghuhn
Klasifikasi iklim menurut Junghuhn ini dilaksanakan berdasarkan penelitian di Indonesia, sehingga hanya bisa diterapkan di Indonesia.
Klasifikasi Iklim Schmidt-Fergusson
Klasifikasi Iklim Schmidt-Fergusson berdasar pada jumlah bulan basah dan bulan kering
Klasifikasi yang menjadi acuan (menggunakan klasifikasi menurut Mohr) yaitu:
- Bulan Kering : CH < 60 mm / bulan
- Bulan Lembab : CH 60 – 100 mm / bulan
- Bulan Basah : CH > 100 mm / bulan
Hasil dari perhitungan nilai Q ini dikategorikan berdasar kriteria sebagai berikut:
Klasifikasi iklim Oldeman (Agroklimat)
Dasar klasifikasi ilim ini adalah banyaknya jumlah bulan basah yang berturut-turut
Kriteria Curah hujan yang digunakan berbeda dengan kriteria Mohr, yaitu:
- Bulan Kering: < 100 mm
- Bulan Lembab: 100 – 200 mm
- Bulan Basah: 200 mm
Adapun pembagian secara detail dari iklim Oldeman adalah sebagai berikut:
Sumber Artikel:
Bayong Tjasyono. 2004. Klimatologi. Bandung: Penerbit ITB https://en.wikipedia.org/wiki/K%C3%B6ppen_climate_classification


No comments:
Post a Comment